Tampilkan postingan dengan label My Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Project. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Januari 2014

Rigging Plan/Lifting Plan

Dalam suatu project, biasanya terdapat Equipment yang ukurannya cukup besar, yang mana dalam proses erection diperlukan suatu perencanaan pengangkatan yang biasa disebut dengan "Rigging Plan/Lifting Plan".

Fungsi dari Rigging Plan/Lifting Plan sangatlah penting, karena disitu kita harus menganalisa beberapa hal sebelum melakukan pengangkatan, dengan tujuan untuk memudahkan proses pengangkatan di lapangan, koordinasi di lapangan lebih teratur (job sequence) serta meminimalkan resiko kecelakaan yang terjadi pada saat pengangkatan.

Untuk membuat Rigging Plan kita harus mengumpulkan beberapa data seperti kapasitas crane, kondisi crane, load chart crane, lifting accesoris (chain block, shackle, sling, dll), kondisi lokasi untuk crane, berat material yang diangkat dan lain-lain sesuai dengan analisa dari engineer.

Berikut adalah contoh data/lampiran dari suatu Rigging Plan/Lifting Plan.

- Lifting Data


- Drawing Simulasi Lifting Equipment 


- Load Chart Crane Tadano TR-350M



Senin, 13 Januari 2014

Calculation Methode Of Belt

  • Untuk mengetahui panjang belt yang digulung 



Dimana :
d             : diameter dalam (shaft)
D             : diameter luar
N             : Jumlah lipatan


  • Untuk mengetahui Diameter luar gulungan jika diketahui panjang belt nya.
    Dimana :
    d             : diameter dalam (shaft
    a              : tebal belt
    l               : panjang belt

Minggu, 05 Januari 2014

Perhitungan Daya Motor Conveyor (Calculation of Conveyor Power Equipment)


Belt Conveyor

RUMUS :

Dimana :
P             : Power (Kw)
P1           : Horizontal Power No Loaded (Kw)
P2           : Horizontal Power  Loaded (Kw)
P3           : Vertical Power Loaded (Kw)
f              : Frection Coefisien (0,03)
          : Weight of belt with roller (kg/m) à Lihat Tabel sesuaikan dengan belt width

V             : Belt speed (m/mnt). Klo tidak diketahui pake aja 80 m/mnt
H             : Hight (m)/Tinggi conveyor

L              : Horizontal Length (m) /Panjang conveyor
L0            : Length coefisien (49)
Qt           : Conveying Capacity (Ton/hour)
S              : Safety factor (1,2)

Hasil akhir (P) dibagi dengan 0,8 (Safety factor motor)
Jadi diketahui kapasitas Motor untuk conveyor adalah



Contoh :
Jika suatu conveyor diketahui memiliki kapasitas 1000 t/h, tingginya 4 m, panjangnya 42 m dan  Lebar belt 1,2m, bergerak dengan kecepatan 80 m/mnt.
Maka untuk mengetahui kapasitas Motor adalah :



Untuk nilai P adalah
P = (P1+P2+P3).S
=(3,2 + 7,4+ 10,9).1,2
= 25,8 Kw
Jadi kebutuhan daya untuk Motor adalah